Keselamatan saat diluar rumah dan menyeberang
Keselamatan adalah hal yang harus kita miliki dimanapun kita berada, kapanpun dan dimanapun kita tidak boleh lalai dalam menjaga keselamatan diri kita sendiri maupun orang lain, oleh karena itu melakukan tindakan yang bersikap waspada ataupun bersikap setengah waspada merupakan hal yang wajar apabila kita sadar kalau disekeliling kita dapat menjadi penyebab kecelakaan atau kematian kepada kita.
Kita pasti tahu jika hidup dan mati memang di tangan Yang Maha Kuasa, walaupun masih hidup tapi dengan kondisi tubuh yang cacat juga merupakan takdir yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia, berdasarkan kitab suci ataupun dari pengalaman anda sendiri pasti sudah menyadari tidak ada yang tahu kapan kita akan sakit, lemah dan meninggal.
Sehubungan dengan keselamatan yang sudah dibahas pada awal artikel ini, kita pasti merasa kalau di luar rumah merupakan lingkungan yang lebih beresiko dibandingkan jika kita tetap diam di dalam rumah, baik itu resiko rendah, sedang ataupun tinggi.
Kecelakaan dan kerusakan yang terjadi di luar rumah bisa terjadi pada tubuh kita sendiri dalam artian salah satu anggota tubuh kita ada yang terluka ataupun bisa terjadi juga pada benda mati yang kita gunakan di luar rumah misalnya kendaraan pribadi, ponsel, dan harta benda.
Pada artikel ini akan dibahas cara-cara bagaimana kita bisa menghindari kejadian-kejadian yang dapat membahayakan diri kita sendiri ataupun harta benda kita menggunakan sikap utama serta pertama harus dilakukan, yaitu berpikir waspada dan bersikap waspada secara rutin.
1. Pada saat sebelum menyebrang jalan, pertama kali tengok kiri dan kanan sejenak, meskipun kondisi jalanan terlihat sepi tidak ada kendaraan yang akan lewat dalam jarak yang dekat kurang lebih 50-100 meter di tempat kita berdiri, kita tetap harus waspada dikhawatirkan ada kendaraan yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.
Jenis jalan yang mau anda seberangi akan berbeda apabila jenisnya jalan di area pemukiman perumahan dan jalan raya yang dilalui oleh banyak kendaraan pribadi dan kendaraan umum.
2. Sebelum menyebrang perhatikan juga di depan kita atau di seberang kita, apakah ada orang atau kendaraan roda dua juga yang akan menyebrang berlawanan arah dengan kita.
3. Masih di posisi kita berdiri sebelum menyebrang, anda juga boleh menengok sekilas ke arah atas di depan kita, atau di kanan, kiri, posisi atas sudut menyamping kanan-kiri, dikhawatirkan ada benda yang jatuh dari atas yang beresiko mengenai anggota tubuh kita, misalnya tiang listrik yang rubuh, kabel listrik terlepas, ranting pohon jatuh, atau benda keras lainnya yang asalnya dari atas,
4. Perhatikan juga posisi di bagian bawah, dikhawatirkan ada undakan jalan yang beda tinggi, kalau undakan tersebut lebih tinggi anda beresiko bisa tersandung, dan kalau lebih rendah anda beresiko bisa terperosok sedikit dan terjatuh, hati-hati juga lubang meskipun kecil atau besar bisa beresiko kalau anda tidak hati-hati.
5. Pada saat sudah sampai di seberang jalan pun anda tetap harus berhati-hati terhadap posisi anda, bisa jadi anda kehilangan keseimbangan kerena tertabrak benda kecil atau besar atau tertabrak orang yang berada di depan anda, hal ini beresiko anda bisa jatuh ke jalan dan tertabrak kendaraan yang sedang melaju.
6. Yang lebih penting lagi yaitu, anda harus fokus melihat dengan tidak sambil menggunakan handphone (telepon genggam), karena berjalan sambil menggunakan handphone adalah kasus kecelakaan yang paling banyak ditemui dan merupakan tindakan yang sangat berbahaya.
Nah, begitulah sikap kehati-hatian yang bisa anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari anda, perhatian yang anda lakukan dengan sikap menengok tidak perlu dilakukan dengan sangat serius apabila kondisi jalanan di perumahan yang tidak ramah, jadi cukup melihat sekilas saja hanya untuk memastikan dan membiasakan, jadi anda terlihat tidak terlalu tegang dan terlalu berhati-hati.
Tapi kalau kondisi jalanan yang ramai di lalui kendaraan dan kendaraan tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi sekita 30 s/d 60 km/jam, anda harus bersikap lebih hati-hati dan lebih waspada lagi.
Semoga keselamatan menyertai kita semua, aamiin.
Jenis tulisan: Non fiksi
Komentar
Posting Komentar